Sabtu, 02 Mei 2015

#002

ampuni aku, ya Allah.
ampuni aku karena sampai detik ini aku masih menyimpan cinta untuk salah satu hamba-Mu yang jauh di sana
jika memang rasa ini belum pantas untukku, maka hilangkan lah

ya Allah, aku berlindung padaMu dari kemaksiatan
ya Allah, sesungguhnya aku meninggalkan dia karena ingin semakin dekat padaMu
ya Allah, ampuni aku jika keputusanku memutuskan tali silaturahim dengannya
ya Allah, ampuni aku. kulakukan ini untukMu.
karena aku mencintaiMu

jodoh memang rahasiaMu
dan untuk mendapatkan menjemput jodoh, tidak harus melalui proses pacaran
ku serahkan semuanya padaMu
dengan ridho dan izinMu, ku harap DIA akan mengerti


#001

Tuhan
Ketika perempuan ini menyukai seseorang
Ketika perempuan ini menginkan seorang dari hambamu
Ketika perempuan ini mengharapkan menjadi bagian dari hidupnya
Janganlah engkau biarkan lagi, perempuan ini mencintai dengan cara yang salah

Tuhan
segalanya akan ku perbaiki
akan ku buat diri ini pantas
ketika perempuan ini memutuskan mengakhiri semuanya
bukan ku mengabaikannya.. bukan ku tak menginginkannya
namun ingin ku tanam benih kepercayaan untuknya

Tuhan
akan ku rayu engkau, akan memberikan milikMu itu (dia) untukku
di saat waktunyaa.. ketika perempuan ini telah mampu mendampingi ummatMu (dia) itu
dan untuk saat ini, Tuhan
pegang erat hatiku.. jangan biarkan jatuh lagi..
hingga tiba saat, datangnya suprice dariMu



ku tahu engkau selalu punya rencana indah untukku
Ku memohon curahan cintaMu
dan kecintaan orang-orang yang mencintaiMu
Ku memohon curahan amal
yang dapat mengantarkan diriku mencintaiMu
teguhkan hatiku di atas agamaMu

Sabtu, 10 Januari 2015

Musyawarah V Racana Wahidin Sudirohusodo - Sulianti Saroso

Kegiatan Musyawarah Racana V dilaksanakan pada hari jumat-minggu, 9-11 Januari 2015 bertempat di Aula Keperawatan Poltekkes Makassar .. Kegiatan dihadiri oleh Pembina Gudep Putra 08.087 (k'ruhban), Pembina Gudep Putri 08.088 (k'asma), Wakil Pembina Gudep putra 08.087 (k'Budi), Pembina Ambalan Putra 08.087 (k'fahri)
Kegiatan dibuka secara resmi oleh k'ruhban pada pukul 19.15 WITA di dampingi pemangku adat masa bakti 2014 ditandai dengan penancapan pusaka adat

K'Jumriani (keperawatan) selaku ketua panitia pada kegiatan terakhir periode masa bakti 2014 ini  melaporkan pelaksanaan kegiatan. dimana sumber dana berasal dari direktorat (Poltekkes Makassar) dan kas racana, ditambah partisipasi setiap reka di jurusan. Kegiatan ini dihadiri oleh 76 anggota pramuka dari berbagai jurusan. para undangan yang sempat hadir yakni ukm LDK Gamais, BEM, dan HMJ Keperawatan Gigi.
Tak lupa pula kakak-kakak yang selalu mendampingi selama kegiatan berlangsung, yakni k'enab (Pembina Racana Putri) dan k'rudiman (Pembina Racana Putra)
 

Kamis, 25 Desember 2014

Mencintaimu dengan benar


jika dengan cinta kita dapat melanggar apa yang telah kita yakini,
sudah benarkah cara kita mencintai?
bukan kah sebagai seorang yang mencintai tak lantas kita dengan enteng nya merusak apa yang telah kita yakini , kita cintai?

seperti orang tua yang mencintai anaknya,.
tak lantas orang tua itu membiarkan anaknya melakukan apapun keinginan mereka,.
tak lantas orang tua itu memberikan segala yang diminta oleh anak mereka,.
orang tua mencintai anaknya dengan cara yang bijak, dengan cara yang luarbiasa.
mengajarkan kebaikan dan makna hidup kepada anak mereka,.
mempersiapkan segala sesuatu untuk menjadi bekal hidup anak mereka.
lihatlah cara orang tua kita mencintai kita,.
mereka melakukannya dengan benar,.
menegur ketika kita salah,.
mengapresiasi ketika kita melakukan hal yang baik dan benar,.
menyayagi sepenuhnya,.
mencintai seikhlasnya,.
mencintai anaknya dengan benar.

lalu, bagaimana cara kita mencintai?
sudah benarkah?
atau kita hanya berlindung dibalik “cinta” sekedar untuk menuntaskan rasa ingin memiliki?
bukankah, jika mencintai dengan benar,
tak selantasnya kita mempunyai hak untuk melanggar aturan yang telah jelas dibuat oleh Nya?
jika mencintai dengan benar, bukankah kita seharusnya menjaganya?
menjaga dari perasaan yang tak seharusnya,.
menjaga dari perbuatan yang dilarang,.
menjaga dari ketidakmampuan diri menjaga hati

bagaimana cara kita mencintai?
sudah benarkah?
atau kita hanya berlindung di balik “cinta” sekedar untuk menuntaskan rasa ingin memiliki

Ku hanya ingin mencintaimu dengan cara yang benar
Bukan mencintaimu dengan terlihat sempurnah di matamu
Bukan dengan mengiyakan semua keinginanmu..
Aku ingin melakukannya dengan cara yang pantas
Mencintaimu seadanya, sebisaku... dan tak berlebihan
Ku ingin mencintaimu seperti kau mencintaiku..
Ku harap rasaku lebih besar terhadapNya
Menghindarimu bukan berarti ku tak memiliki rasa
Ku hanya ingin rasa itu berkurang...
Ku ingin rasaku padaNya lebih besar..
Ku menghindarimu bukan karena ku tak peduli..
Hanya saja inginku mencintaimu dengan benar..

Inginku menjadi pribadi yang lebih baik
Tak perlu sempurnah.. 

Minggu, 23 November 2014

Nice Poetry

Puisi-puisi yang menyentuh hati :)

(Definisi cinta menurut Ayatul Husna yang Diadaptasi dengan banyak perubahan dari puisi Rumi dalam Masnawinya)

Menurutku,
cinta adalah kekuatan
yang mampu
mengubah duri jadi mawar,
mengubah cuka jadi anggur,
mengubah malang jadi untung,
mengubah sedih jadi riang,
mengubah setan jadi nabi,
mengubah iblis jadi malaikat,
mengubah sakit jadi sehat,
mengubah kikir jadi dermawan
mengubah kandang jadi taman
mengubah penjara jadi istana
mengubah amarah jadi ramah
mengubah musibah jadi muhibah
itulah cinta!
—————————–
(Definisi cinta mnurut Anna Althafunnisa yang merupakan Petikan puisi Rumi dalam Diwan Shamsi Tabriz dan diterjemahkan oleh Abdul Hadi W.M.)


Mmm… cinta! Menurutku,
Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang
lebar.
Namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada
keteranganku sendiri.
Meskipun lidahku telah mampu menguraikan dengan
terang.
Namun tanpa lidah,
cinta ternyata lebih terang
Sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya
Kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai
kepada cinta
Dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya
Bagaikan keledai terbaring dalam lumpur
Cinta sendirilah yang menerangkan cinta
Dan percintaan!
————————————-
(Puisi indah dari Ayatul Husna yg judulnya “Kau Mencintaiku” buat kakak tercintanya, Azzam..)


Kau mencintaiku
Seperti bumi
Mencintai titah Tuhannya.
Tak pernah lelah
Menanggung beban derita
Tak pernah lelah
Menghisap luka
Kau mencintaiku
Seperti matahari
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Membagi cerah cahaya
Tak pernah lelah
Menghangatkan jiwa
Kau mencintaiku
Seperti air
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Membersihkan lara
Tak pernah lelah
Menyejukkan dahaga
Kau mencintaiku
Seperti bunga
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Menebar mekar aroma bahagia
Tak pernah lelah
Meneduhkan gelisah nyala


(di balas oleh Azzam….)

aku mencintaimu
seperti bumi
mencintai
mataharinya
———————————————————-
(senandung Azzam saat gerimis mengingat Vivi..)


gerimis turun perlahan
wajah kekasih membayang
dalam daun-daun yang basah
diriku resah
menanti pertemuan
yang tenang
cinta kasih dan sayang
Tuhan
tolong damaikan
hatiku yang gamang
—————————————————————–
(sajak yg d ciptakan Azzam saat membonceng ibunya)


Ibu,
aku mencintaimu
seperti laut
mencintai airnya
tak mau kurang
selamanya