Sabtu, 28 Maret 2015

kamu.. ketahuilah
rasa ini takkan perah berubah
walaupun kau tak menginginkannya
marah, cemburu, smua karena ku masih memperhatikanmu
tak apalah jika kamu lelah dengan semuanya
mungkin caraku yang kejam membuatmu tak nyaman dengan perhatianku
intropeksi diri mungkin akan membuat keadaan menjadi lebih baik
tapi tahukah
di saat ku mulai terdiam
layaknya aku bukan siapa-siapa
tak mampu berbuat apa-apa
untuk apa aku ada disampingmu jika hanya untuk berdiam
tapi nyatanya ku tetap diam di sini
memperhatiakan.. ya.. hanya memperhatikan
kamu,, seperti inikah yang membuatmu nyaman?
sungguh ku ingin keluar saja
ku ingin memperhatikan, karena ku pun ingin di perhatikan
sungguh kekanakan memang
tapi inilah aku dengan segala kekuranganku
yang selalu beusaha menjadi lebih baik namun bukan menjadi orang lain
ku bukan perempuan sesempurnah mereka
bisakah kita seperti dahulu? tak bisa mengubah diriku seperti ini
membuatmu nyaman tapi menyesakkan dadaku
apakah ku harus menjadi orang lain seperti ini yang tak boleh marah, tak boleh merajuk untuk sesuatu yang tak sesuai denga keinginanku?

Selasa, 24 Maret 2015

Lelahmu

Biarkan diri menjadi bungkam
semua kesalahan nyatanya bersumber dari segala kekuranganku
sifat iri dan tak mampu menjadi yang terbaik membuat parut di hari
membuatnya terlihat jelek, menciptakan penyakit hati

jelas sudah ikhlas itu mengobati
mungkin dengan balutan kekhusukan menjadikannya lebih baik
jangan bersedih jika mereka berlelah menghadapimu
selama kamu mempunyai tekad itu, kamu pantas berbangga

Senin, 23 Februari 2015

:')

Yang... bertahanlah sedikit lagi
sampai ku lupa rasa sakitnya
ketahuilah, ku ingin memperbaikinya
dengan tidak ada dengki di dalam hubungan kita
ingin ku pastikan ku masih punya rasa untuk di perjuangkan
setulus yang dulu.. tanpa diselimuti kekecewaan
inginku mencoba sekali lagi jatuh cinta
layaknya cinta kemarin yang tak hentinya membuatku menjadi setegar ini
yang.. ketahuilah
setiap kata yang terucap yang membuatmu sakit lebih menyakitkan untukku
semua hal yang membuatmu merasa bersalah sungguh membuatku tak berdaya
sungguh tak sanggup melihatmu menanggungnya
ku hanya ingin kau berubah
tak mengulangi kesalahan yang sama
bisakah kau sedikit bertahan?
dan tak ungkapkan kata menyerah?

nyoret lagi

Sekarang
Semenjak saat itu
Tak ku pungkiri rasa ini remukkan jiwaku
hancurkan mimpiku
butakan masa depanku

kini
melihatnya membuatku ingin buta
mendengarnya membuatku ingin tuli
ucapannya membuatku ingin bisu

Tuhan
Jangan kau berikan rasa benci di hatiku
Jangan kau buat ku lebih kejam dari sikapnya
Jangan kau bukakan ku jalan untuk menyakitinya



Kamis, 19 Februari 2015

Perempuan ini

Tuhan
Aku ini APA ??
jika kamu masih mengingat Dia, dan kamu masih berhubungan dengan Mereka

Selalu berusaha tidak mempunyai perilaku seperti itu
Selalu dengan rasa takut jika ingin membalas sikamu yang dulu
Selalu berdoa yang terbaik untuk kita

Mungkin karena aku bukan milikmu dan kamu bukan milikku
Tak pantas rasanya mempunyai rasa sayang dan cemburu
Kini hanya fokus memilikiNya
yang tak akan pernah meninggalkanku


Sabtu, 14 Februari 2015

Bebas kan dirimu

Semuanya menegur
Teman, sahabat, mereka yang mengenal januari dahulu
Januari pun tak yakin, ini adalah sosok nya sekarang
Begitu lemah dan rapuh
Mengapa begitu menaruh rasa, begitu cengeng tingkahnya
Hanya fikiran pendek, dan harapan di genggamannya
Tanpa sebuah cita-cita
Dia begitu pasrah, hanya bisa menunduk tatkala ada orang yang menyakitinya
Dia dengan mudahnya, siang dan malam menangisi hal yang tak patut untuk di perluangkannya
Berapa kali ia , mengumpulkan tekadnya, namun tak jua berhasil
bukan karena tak ada usaha, namun ia dengan mudahnya menyerah
Betapa sia-sianya jika tak ada hasil yang kau dapatkan
Begitu berjuangnya dirimu, namun tak ada kebagiaan d senyummu
Kau tutupi semuanya, supaya kau masih dapat melihatnya
nah, kuatkan dirimu..
Lepaskan dari genggaman erat itu
Kau pantas untuk bersedih
Untuk mendapatkan kebahagiaan akhirnya

Rindu

Rindu
Wujud perasaan yang mendalam
Menuai kasih sayang dan kekecewaan sekaligus
Kini menghadirkan tawa dan tangis di waktu bersamaan
Menciptakan harapan dan asa

Merindu
akan berakhir bahagia jika kau mampu membuatnya menoleh
berujung kekecewaan jika dia pun merindu, namun tak kunjung bersatu

Rindu ini membuatku arah, ingin memberontak, menangis
yang terungkapkan hanya emosi
namun rindu ini kian bersemi di hati
namun tak kunjung menampakkan maksud

yang ku genggap ini adalah sebuah rasa
yang tak mungkin kau tahu
aku yang merindu