Sabtu, 24 Januari 2015

Tak seharusnya januari bertingkah

Bangun dari mimpi buruk membuat januari takut. Suhu badannya mulai naik. Matanya berair namun tak kunjung meluapkannya ke pangkal pipinya. Tergerak hati ingin membuat suasana menjadi lebih baik, namun seseorang tak kunjung memberikan rasa aman nyaman malam itu. Alangkah tercengang melihat setumpukan pesan itu, membuat tak berdaya. Mungkin agustus belum mengenal sosok januari. Keluar dari keramaian, mencari ketenangan. namun januari salah...salah... hanya ia yang ingin memperhatikan keadaanya itu. ia tak memperhatikan keramaian yang ia tinggalkan.. sungguhlah wajar agustus bertanya-tanya dan ragu.
mimpi buruk itu menyadarkanku, bahwa tidak seharusnya januari menghilang dari keramaian dan terlelap tidur. sungguh tubuh ini sangat lelah dan tak terurus. yang januari fikirkan, bahagaimana ia harus berada di mana mereka membutuhkan kehadiran ini. akan mengupayakan hadir di samping mereka. mereka yang terkasih, sahabat.
Sahabat, mereka yang menyayangiku. Yang memberikan waktunya untukku. Yang selalu ku perjuangkan. Hanya saja januari sosok tertutup. Tempat berbagi cerita hanyalah dirinya sendiri, dan dia yang menjadi sahabat dan saudaranya dan kertas kosong lusuh itu.
Seperti ingin berbagi cerita, tapi mereka yang dengan gagahnya menolak dan tidak mau tahu. Dia sosok yang berbeda. Jika dia mengenal lebih jauh, sungguh januari ingin berbagi cerita dengannya. Walaupun tidak, semoga itu membuatnya mengert.
Mungkin itu terlihat kekanakan, sungguh januari sosok pendiam dengan tingkat keseriusan yang tinggi. Entah apa yang ada di fikiran agustus, saya tak tahu. dan saya tidak menyangka pertanyaan-pertanyaan atau kemauan itu.
januari sedih, air matanya mengering, tangisnya tak lagi terdengar. sungguh pukulan batin. entah apa yang harus januari katakan kepada sosok yang ia jaga hati dan perasaannya itu. bapak. mama.
anak gadisnya yang kedua itu mempunyai sosok yang berbeda di antara saudaranya. ia senang mengunci diri di kamar. jarang bergaul dengan tetangga dan teman-temannya. ia hanya senang tinggal di rumah. dia akan lari terbirit-birit mengunci diri di kamar jika ada seorang tamu datang ke rumah. dia akan betah menunggu di luar jika untuk menjemput mamanya di sekolah. dia akan amuk jika di perkenalkan dengan teman orang tuanya. dia paling benci ke pesta dan tempat ramai lainnya. sungguh hal yang ia benci sekarang, benci makan sendiri.
mama dan bapak sangat mengerti hal itu. malam itu, januari menjawab semua pertanyaan mamanya.. mengiyakan kata bapaknya. dan kali ini haruskah januari katakan, aku mengecewakannya ?? haruskah saya melihat mereka murung??
haruskah mereka menahan semuanya untukku?? jika ini harus, saya akan. Ini jalan yang kau pilih, dan saya akan. Hati orangtuaku, tak seharusnya, namun akan saya akan.
kejadian itu mungkin adalah karma. ialah kesalahanku di masa lalu yang kini terulang kembali, mengiris kembali, tak berdaya lagi, nangis lagi, menarik diri lagi, mungkin itu respon psikologinya.



Jumat, 23 Januari 2015

Dia Kekasihku

Dia yang tak pernah pergi meninggalkanku,
tak pernah ragu memegang jemariku
senantiasa menuntun langkahku
menumbuhkan kebesaran hatiku
menciptakan arasa syukur yang kian bersemi

#

Putaran waktu itu mengajariku pengalaman hidup
Kisah ini membuatku bersyukur tiada henti
Rasa syukur masih ada kau di sudut hati
Masih di sana, mencoba bertahan bersama untuk saling memahami

Kisah yang  terukir bukan tergantung bersama siapa kamu merangkai cerita
Tapi jalan apa yang kamu pilih untuk menciptakan sebuah kisah
Kau bahagia jika bersama dia, dan kau bersedih jika bersama mereka
Bukan salah dia dan mereka..
Semua tergantung pada jalannya.. jalan apa yang kamu tempuh untuk meraihnya

Terkadang kita di hadapkan pada situasi emosi yang tak ubahnya mengubah hati
Sedih sedalam-dalamnya, membuatmu terpuruk dan putus asa
Bahagia yang setinggi-tingginya, membuatmu bersemangat dan penuh energi
Sungguh rasa syukur itu haruslah mengadat di hati kita






Sabtu, 10 Januari 2015

Musyawarah V Racana Wahidin Sudirohusodo - Sulianti Saroso

Kegiatan Musyawarah Racana V dilaksanakan pada hari jumat-minggu, 9-11 Januari 2015 bertempat di Aula Keperawatan Poltekkes Makassar .. Kegiatan dihadiri oleh Pembina Gudep Putra 08.087 (k'ruhban), Pembina Gudep Putri 08.088 (k'asma), Wakil Pembina Gudep putra 08.087 (k'Budi), Pembina Ambalan Putra 08.087 (k'fahri)
Kegiatan dibuka secara resmi oleh k'ruhban pada pukul 19.15 WITA di dampingi pemangku adat masa bakti 2014 ditandai dengan penancapan pusaka adat

K'Jumriani (keperawatan) selaku ketua panitia pada kegiatan terakhir periode masa bakti 2014 ini  melaporkan pelaksanaan kegiatan. dimana sumber dana berasal dari direktorat (Poltekkes Makassar) dan kas racana, ditambah partisipasi setiap reka di jurusan. Kegiatan ini dihadiri oleh 76 anggota pramuka dari berbagai jurusan. para undangan yang sempat hadir yakni ukm LDK Gamais, BEM, dan HMJ Keperawatan Gigi.
Tak lupa pula kakak-kakak yang selalu mendampingi selama kegiatan berlangsung, yakni k'enab (Pembina Racana Putri) dan k'rudiman (Pembina Racana Putra)
 

Selasa, 30 Desember 2014

Shmily.ahh

Show How Much I Love You

Doa Akhir Tahun 2014

Izinkan ku memperbaiki diri Tuhan
Tunjukkan ku jalanmu
Jangan pernah bosan terangi langkahku
Inginku menutup tahun ini dengan menjadi pribadi yang lebih baik
menjadi anak yang berbakti untuk kedua orang tuaku
menjadi istri soleha untuk suamiku kelak
menjadi ibu yang melahirkan anak anak penghuni syurga

kesalahan demi kesalahan tak pernah ku lupakan
selalu kumencoba....kucoba untuk berubah
sampai detik ini selalu ku coba dan berdoa
saya tak ingin menguanginya lagi

andai dia tahu
ku ingin ia mengingatkanku
ku ingin ia membimbingku
ku ingin ia terus menasehatiku

Andai dia tahu

Jumat, 26 Desember 2014

Agustus (Moon)

selalu bingung jika memasuki bulan yang satu ini
hanya bisa diam dan memperhatikan keadaan
seseorang yang ku kenal akan labil
mengenang kenangan bersama masa lalunya
Aku, hanya bisa menunduk

selalu ada helaan napas
tatkala ia merindukan sosoknya
sorot matanya akan kosong
ia meratapi kesedihannya
tak sadar ada Aku di sampingnya kini

selalu ada rasa bersalah dan menyalahkan
entah kepada siapa
masa lalu hanya miliknya
masa depan hanya untuk dirinya
dan masa kini, nampaknya bukan untukku

layaknya seorang yang menyedihkan pula
semua mata memandangku dengan penuh arti
seolah berkata ku hanya boneka
karena dia masih mengenangnya
karena dia masih mengingatnya
walapun dia menggenggam jariku
ku tak bermakna

akhir bulan agustus akan menjadi hari tuanya
sebuah kejutan pun tak lantas membuatnya melihatku
hanya sebuah intermezo memandan arah yang lain untuk sejenak
lalu.. ia mengenangnya lagi


setelah bulan itu berlalu
DIAM diantara kami, akan mengadat
haruskah seperti ini setiap tahunnya??