Senin, 08 Februari 2016

Semua butuh proses

Bismillahirrahmanirahim

"Setiap proses perubahan belum akan berhasil sebelum manusia berhasil memperbarui cara berpikirnya"
Jika dunia membuatmu lelah akan segala proses dalam perubahan, kembali luruskan niatnya. Dapatkan kedamaian hati dalam sujud, ikhlas dan tawaqqal. Terkadang dalam jalan menjadi pribadi yang lebih baik, akan selalu ada persimpangan di mana kita harus memilih. Dan saat itu juga, terkadang memilih untuk berhenti sejenak. Selalu saja ada perkataan dari mereka yang tidak mengenakkan hati. Selalu saja ada perilaku dari mereka yang membuat tekad ini tak berdaya.
Selalu saja ada tipu daya, bertemunya di suatu forum dan nampak dia telah melanjutkan kisahnya yang baru. sedangkan aku? Tutup mata agar tak melihat, tutup telinga untuk tak mendengar, mengambil jalan yang panjang agar lebih sedikit kesempatan untuk bertemu. Sampai kapan ??
Bentangkan sajadah, setidaknya menentramkan hati. kucari lagi jawaban dari pertanyaan Apa? Mengapa? Bagaimana? Selalu saja terlintas di benak "Ketuk pintu hati, Perbaiki Lagi Niatnya"
Ya Allah, bukankah ini perintahmu yang sedari dulu tak ku hiraukan? Ya Allah, bukankah waktu itu Aku telah memutuskan untuk hanya melihatmu, dan memilih untuk keluar dari segala rasa? Kenapa saat telah ku lalui anak tangga satu dan lainnya, terkadang aku berjalan mundur dan hampir putus asa dan kembali memulai dari anak tangga awal??

Bismillah, karena semua butuh Proses
saya yakin janji Allah itu pasti
Terima kasih untuk ayah dan ibu telah memberi dukungan
Maafkanlah atas segala kesalahanku

Kamis, 14 Januari 2016

Alhamdulilah, Aku bahagia menjadi diriku yang sekarang

Aku bahagia menjadi diriku sendiri,
berusahan menjadi muslimah yang baik di mata Allah swt
Aku ingin bahagia, dimana mengejar akhirat akan menenangkan hati
Aku ingin bahagia, dimana hati ini ridha dengan ketentuan Allah
Aku ingin bahagia, dengan memaafkan orang lain.
Aku belajar untuk paham,bahwa aku kuat untuk bisa memahami bahwa manusia bisa berbuat salah, begitu pula diriku
Tidak ada yang salah dalam meminta maaf, itu berarti kita telah berbesar hati dan mengikhlaskan rasa benci, menjadi lebih kuat, menjadi lebih baik
Jika semua yang ku pinta selalu Ia kabulkan, lalu bagaimana aku bisa belajar arti ikhlas dan sabar?
Demi sesuatu yang indah nantinya, bersabarlah hatiku :)

Menjadi ikhlas itu berat, tapi menjadi tidak ikhlas lebih berat
Maka ikhlaskanlah hati

Selasa, 12 Januari 2016

  Januari 2016

Selalu saja takut
Ayah, maaf jika kesalahanku terlalu besar dan tak ada habisnya jika menyangkut tentangg dia
Lembaran tahun terlewati, saatnya menorehkan tinta di awal tahun yang InsyaAllah akan di warnai dengan perjuangan penuh berkah
tak menyangka jika dia hadir dengan mengetuk pintu dengan nada yang sopan
di waktu yang lalu, telah ku ikrarkan untuk tak menolehnya sebab dia telah menemukan pengganti yang lebih baik dariku
ku ijinkan dia masuk Ayah, dengan senyuman berharap tali silaturahmi bisa terjalin. Dengan keikhlasan yang berusaha ku tanam dapat tumbuh subur saat terbukanya pintu maafku sehingga sempurnalah hidupku.
selalu saja ku takut
Takut jika memang dia benar telah bersama seseorang
takut jika ku kembali pada masa lalu yang menyedihkan
Ayah, dia selalu saja seperti itu
dengan mudahnya datang dan pergi
dan akupun terlalu mudah untuk percaya
Dia datang membawa rindu (dan ku terdiam, berusaha meyakinkan diri)
dengan tekad ku katakan "tidak"
dan tidak berfokus untuk menjalani hubungan dengan siapapun
Ayah, mungkin diriku terlalu congkak, terlalu berharap dan terbuai akan dirinya
pertanyaan-pertanyaan yang dulu ingin ku sampaikan  padanya kini terjawab sudah.
bagaimana mungkin dia menjawab seperti itu Ayah
Bagaimana mungkin dia tidak pernah menyadari dan menghargai orang di sekitarnya?
"Dia hanya teman, dan kami sering bersama"
"Dia telah ada yang mengikat" Fikirku
Kau tak setulus itu padaku
Kau hanya butuh orang yang mengasihimu
Hari berganti , sebisa mungkin ku menjalani hari seperti biasanya
dia juga terkadang menghilang dan datang
hari berganti minggu, sebisa mungkin ku bersikap biasa
ku belajar, belajar, dan belajar

Kabar tak kunjung datang, Sikap mu sama saja
Kesana kemari menebar kemesraan
tak peduli mereka berkata apa

Bagaimana mungkin kau kembali bersikap seperti itu?
Bagaimana mungkin kau dan dia?
Tanpa sepatah kata pun kepada ku?
Bagaimana mungkin sikap mu berubah tanpa pernah terfikir olehmu apa yang akan terfikirkanolehku?
diriku yang penuh tanda tanya di sini, tanpa terjawab semua pertanyaan

Ah sudahlah, kamu terlalu jahat untuk ku lawan

Minggu, 13 Desember 2015

Bismillah

Menjadi manusia yang seutuhnya, takkan mungkin bisa lepas dari kesalahan
Oleh karena itu, maafkanlah
And i'm really sorry, sometimes i just don't know about the old me..

Mohon maaf pula bila tak sering menyapa saat safar nanti
semoga yang pergi dan ditinggal semua dalam kebaikan

jika bumi ini terlalu sempit untuk bertemu karena setiap sudutnya selalu menyeru kepada salahku
bolehkah aku selalu berharap kelak bertemu di tempat lain?

biar selalu ku peluk kamu dalam doa, entah seperti apa jadinya nanti biar Allag yang mengatur
bila tidak lagi di dunia, siapa tahu bisa di surga

salah satu alasan yang menghalangiku untuk berubah adalah saat ku merasa ketakutan untuk kehilangan
karena memang untuk berubah, kita butuh melangkah, atau move on

dalam hidup, kadangkala kita butuh spasi untuk berpikir untuk bernapas, untuk mengingat apa yang kita dapatkan dan apa yang kita lepaskan
tak ada gunanya memaksakan tertawa, atau memalsukan perasaan

sesekali, tak mengapa untuk tersesat membawa hati yang hancur
asal kau berjanji untuk pulang dengan senyum lebar di wajahmu

Kamis, 19 November 2015

Kesedihan itu ...

Kesedihan itu :
Mengecil jika dirahasiakan
Membesar jika dikeluhkesahkan
Merumit jika diumbar pada manusia
Terurai jika diadukan pada Allah

Pernah merasakan menarik tali yang masih terikat di sisi lainnya??
Bagaimana rasanya??
Ya. Sakit
Bahkan tak jarang jemari kita memerah

pernah benar-benar menginginkan mempertahankan sesuatu
usaha sudah sekuatnya,
doa sudah sebaiknya
namun takdir Allah begitu berbeda
Allah teramat rindu pada hambanya
Allah memberikan jalan berbeda. HIJRAH


Perlu usaha keras untuk bangkit dan berHIJRAH
begitu banyak rintangan dan godaan
Aku melihat sisi orang lain yang kini berbahagia mendapatkan sosok pengganti diriku yag begitu sempurna
Ada rasa sesak di dada mengetahui yang dahulu terucap kini hanyalah kebohogan semata
Aku berusaha untuk terus maju dan berjalan ke depan
tanpa tahu apa yang akan terjadi nanti
namun,
Allah mengajarkan ku untuk tidak berlama-lama meratapi suatu hal yang telah lalu
percaya bahwa mentari esok lebih indah dari kemarin,
percaya bahwa pelangi kan datang setelah hujan membasahi bumi yang tadinya tandus

cukup jadikan masa lalu adalah pelajaran yang tak semua orang bisa dapatkan,
karena dengan begitu kita akan menjai manusia yang penuh syukur kepadaNya

Selasa, 10 November 2015

Sejuk nan Menentramkan



Dear muslimahku..
Damainya hati di mulai dari ikhlasnya diri :)
Memang benar, lamanya umur kita hidup di dunia tidak menandakan dewasanya sikap dan pemikiran diri. Yah, inilah Hamba di umur 21 tahun.
Menyesal? Marah? Kecewa? Mungkin saja, sebab ku hanyalah seorang hamba, tempatnya ketidaksempurnaan. Atas segala ego di masa lalu, aku merasa malu.
Memang benar apa yang selalu di katakan oleh orang tua kita. Jangan ini, jangan itu, namun seperti inilah watak seorang anak remaja saat itu. Rasa ingin tahu yang teramat ingin.
Kini, mungkin inilah saatnya. menjadi lebih baik, iyah. tentu hal itu wajib bin harus.
Taqarrub ilallah :) Mulai dari sekarang, kita bangun kedekatan diri dengan Allah. dari yang dulunya pacaran, menjadi bubaran. HIJRAH.
Karena setelah hijrah, ada istiqomah yang menjadi tanggung jawab. Hamba telah memilih jalan ini, karena inilah jalannya para nabi. dan inilah amanah untuk diri. sebagai khalifah di muka bumi
di jalan inilah menjadi saksi. dan jalan inilah menjadi bukti. dan aku memilih jalan iini. karena jalan ini suci. jalan ini penuh onak dan duri, dan tak sedikit ku temui ujian diri. karena surga tak mampu dibeli, hanya dengan keimanan di hati.
Kalaupun sekarang Aku dalam kesedihan, kuatkanlah hamba ya Allah. Hamba  percaya setelah berpuasa, akan tiba waktu untuk berbuka


Kamis, 03 September 2015

Maaf untuk berpisah



Memang berat meninggalkan orang yang kita cintai
Namun lebih berat lagi kalau harus bersamanya tanpa ikatan yang halal
Memang terasa ada yang kurang saat tak lagi melihat senyumannya
Namun, kalau itu untuk kemaslahatan kau berdua, kenapa tidak?
Bukankah kalau ia memang jodohmu, ia akan kembali padamu
Namun tidak dalam keadaan seperti ini
Saat kau dan ia tak belum bertaubat dan memperbaiki diri
Saat kau dan dia menikmati hubungan yang tak diridhoiNya
Ikhlaskan dirinya
Yakinlah tulang rusuk itu tak kan tertukar
Mulailah dengan mengurangi komunikasi dengannya
Minimalisisr perjumpaan dengannya
Bukan untuk memutuskan silaturahim, namun ini proses terbaik dalam proses perbaikan diri
Kembalikan lagi hadiah darinya
Atau kau bisa sedekahkan pada orang yang membutuhkannya
Itu jauh lebih baik
Pasti ada godaan untuk kembali menerimanya
Pasti banyak cacian dari sekelilingmu
Tapi tetaplah di jalan kebenaran
Cukuplah Allah Maha Tahu kesungguhanmu
Biarlah Dia yang menyeka air matamu
Semoga ia gantikan dengan ganjaran air mata surgaNya
Lalu,
Fokuskan energi untuk memperbaiki ibadahmu
Juga akhlak terhadap kedua orang tuamu.
Lihatlah di sekelilingmu, ada banyak orang yang membutuhkan perhatian dan kasih sayangmu
Kenapa tidak kau berikan juga rasa cinta dan kasih sayangmu ke[ada mereka?
Biarlah Allah mempertemukanmu dengan jodoh terbaikmu
Di tempat yang indah, di saat yang berkah
Saat kau dan dirinya samaa-sama ingin membangun cinta karenaNya