Senin, 24 November 2014

24 November 2014

Ini caraku menjaga rasa...
Rasa yang tercipta kini lebih indah dari yang pertama kali
Ia kini lebih KUAT dari yang kuduga
Semua karena rasa percaya...

Ini caraku menjaga rasa
Sebanyak apapun meraka yang datang menggoyahkan
Tetap saja rasa itu ADA
Bahkan bersemi dengan geloranya

Ini caraku menjaga rasa
Sesering apapun kamu meragu
Tetap saja rasa ini tumbuh

Ini caraku menjaga rasa
Seego apapun jiwa ini
Rasa itu mengingatkan tentanf manisnya kenangan

Ini caraku menjaga rasa
Disaat ketidakpedulian itu hadir
Rasa ini memberinkan senyum semangat

Saya cinta....  dan akan selalu cinta....
kamu, dari dulu.... hanya kamu... yang memberi kekuatan
Kamu yang membuat rasa itu senantiasa bersemi dan tumbuh
Manisnya kenangan membuat simpul manis di senyumku
Akan ku ingat sampai Aku lupa :)

Dear AHH

Minggu, 23 November 2014

Nice Poetry

Puisi-puisi yang menyentuh hati :)

(Definisi cinta menurut Ayatul Husna yang Diadaptasi dengan banyak perubahan dari puisi Rumi dalam Masnawinya)

Menurutku,
cinta adalah kekuatan
yang mampu
mengubah duri jadi mawar,
mengubah cuka jadi anggur,
mengubah malang jadi untung,
mengubah sedih jadi riang,
mengubah setan jadi nabi,
mengubah iblis jadi malaikat,
mengubah sakit jadi sehat,
mengubah kikir jadi dermawan
mengubah kandang jadi taman
mengubah penjara jadi istana
mengubah amarah jadi ramah
mengubah musibah jadi muhibah
itulah cinta!
—————————–
(Definisi cinta mnurut Anna Althafunnisa yang merupakan Petikan puisi Rumi dalam Diwan Shamsi Tabriz dan diterjemahkan oleh Abdul Hadi W.M.)


Mmm… cinta! Menurutku,
Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang
lebar.
Namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada
keteranganku sendiri.
Meskipun lidahku telah mampu menguraikan dengan
terang.
Namun tanpa lidah,
cinta ternyata lebih terang
Sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya
Kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai
kepada cinta
Dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya
Bagaikan keledai terbaring dalam lumpur
Cinta sendirilah yang menerangkan cinta
Dan percintaan!
————————————-
(Puisi indah dari Ayatul Husna yg judulnya “Kau Mencintaiku” buat kakak tercintanya, Azzam..)


Kau mencintaiku
Seperti bumi
Mencintai titah Tuhannya.
Tak pernah lelah
Menanggung beban derita
Tak pernah lelah
Menghisap luka
Kau mencintaiku
Seperti matahari
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Membagi cerah cahaya
Tak pernah lelah
Menghangatkan jiwa
Kau mencintaiku
Seperti air
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Membersihkan lara
Tak pernah lelah
Menyejukkan dahaga
Kau mencintaiku
Seperti bunga
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Menebar mekar aroma bahagia
Tak pernah lelah
Meneduhkan gelisah nyala


(di balas oleh Azzam….)

aku mencintaimu
seperti bumi
mencintai
mataharinya
———————————————————-
(senandung Azzam saat gerimis mengingat Vivi..)


gerimis turun perlahan
wajah kekasih membayang
dalam daun-daun yang basah
diriku resah
menanti pertemuan
yang tenang
cinta kasih dan sayang
Tuhan
tolong damaikan
hatiku yang gamang
—————————————————————–
(sajak yg d ciptakan Azzam saat membonceng ibunya)


Ibu,
aku mencintaimu
seperti laut
mencintai airnya
tak mau kurang
selamanya

Sabtu, 18 Oktober 2014

Racana Wahidin Sudirohusodo - Suliabti Saroso -Buka Puasa 2014-


HARLA GUDEP IV Racana Wahidin Sudirohusodo - Sulianti Saroso


Gugusdepan Kota Makassar 08.087-08.088 memperingati hari lahirnya yang IV. Masih sangat muda dan mampu berdiri kokoh menjadi kebanggaan bagi kami Pramuka Poltekkes.

Perayaan HARLA GUDEP IV Racana Wahidin Sudirohusodo - Sulianti Saroso kali ini dirayakan di tempat yang sangat sederhana.... yaitu Aula Keperawatan tepatnya pada tanggal 19 Oktober 2014.


 Disaksikan oleh Sekretaris Mabigus (K'Fatmawati) , Ketua Gudep Putra (k'Ruhban), Dewan Kehormatan, Ikatan Purna dan Purna Bhakti Racana, Dewan Racana, Anggora Pramuka Poltekkes dan seluruhh undangan yang hadir baik dari DKD Sul-Sel, Racana Almaida (UIN), Racana UNM, Racana Unhas memberikan kebanggaan kepada kami selaku reka kerja

Angngaru' oleh k'Kusnadi (Keperawatan)



Tari Padduppa


Stand up comedu oleh k'afdhal (keperawatan)



LONTARA 2014 Racana Wahidin Sudirohusiodo - Sulianti Saroso








Racana Wahidin Sudirohusodo-Suianti Saroso masa bakti 2014 memulai babak sejarah baru. Tepatnya pada tanggal 18 Oktober 2014, pukul 09.30 di halaman politeknik kesehatan makassar Racana Wahidin Sudirohusodo - Sulianti Saroso Gugusdepan 08.087-08.088 mengadakan kegiatan perlombaan antar reka yang dikenal dengan "LONTARA 2014". kegiatan ini merupakan kali pertama yang di adakan Racana Wahidin - Sulianti yang dibuka secara resmi oleh Pembina Gudep Putra k'Andi Ruhban yang ditandai dengan Penancapan Pusaka Adat
Ketua panitia, Iksan Pambudi (Selaku ketua Racana Putra masa bakti 2014) melaporkan bahwa kegiatan LONTARA 2014 ini merupakan kegiatan perlombaan menyambut HARI SUMPAH PEMUDA (28 Oktober). kegiatan ini berupa perlombaan yang terdiri dari Lomba cerdas cermat, Lomba desain poster, Lomba desain leaflet dan penyuluhan, Lomba majalah dinding, dan Lomba Senam Pramuka.

Kegiatan LONTARA pagi itu diikuti oleh 6 reka yakni reka keperawata, reka gizi, reka keperawatan gigi, reka kebidanan, reka farmasi dan reka kesehatan lingkungan. Semua anggota pramuka di lingkup poltekkes sangat antusias mengikuti setiap lomba....
Pada kegiatan LONTARA 2014 pula, bendera RACANA yang telah ditetapkan  pada musyawarah racana (2 tahun lalu) dikibarkan secara resmi
Foto bareng pembina dan peserta LONTARA setelah kegiatan Pembukaan


Hasil Karya anak bangsa, Pramuka Poltekkes saat lomba MADING





Sabtu, 11 Oktober 2014

Kenangan KEMNASKES II POLTEKKES MAKASSAR "Racana Wahidin-Sulianti"








Bersabarlah :)


Mungkin saat ini kamu menangis,merintih,menahan perih hati..
Karena luka yang terhiaskan dalam diri..
Luka yang kau dapatkan dari cinta yang tak terkendali.
Perih yang kau dapatkan dari seseorang yang tak pasti..

Meratap pun takkan mengembalikan dia kepadamu..
Dia yang telah berlalu dari hadapanmu kini..
Dia yang singgah sesaat saja dalam hari harimu..
Namun meninggalkan noda yang teramat kelam dalam kanvas jiwamu..

Salah siapakah hingga lukisan luka ini tercipta..
Salah dia yang tak bisa menjaga hatimu..
Atau salah dirimu yang tergesa memberikan hatimu pada orang asing yang kebetulan singgah sesaat..
Atau salah keadaan yang tak berpihak pada kalian..

Tak ada jawaban yang tepat untuk itu..
Kecuali dirisendiri..
Yang terlalu terlena akan pesona pengembara cinta..
Yang terlalu tergesa,menautkan rasa pada sang musafir cinta..
Yang terlalu buta akan ayat ayat cinta yang terngiang tanpa nyata..

Sakit itu kita yang buat..
Luka itu kita yang menggores..
Kecewa itu kita yang menanam..
Bukan dia atau bukan karena keadaan..

Karena takkan ada sakit jika kamu tetap memegang hatimu,hingga saatnya tiba..
Takkan ada luka,jika kamu membiarkan pengembara cinta itu,berlalu tanpa membawa cintamu..
Takkan ada kecewa itu,jika kamu tak menitipkan hatimu pada sang musafir cinta..
Seandainya kamu bisa mengartikan ayat ayat cintanya,yang tanpa makna nyata..maka kamu takkan merasa teraniaya dan meratapi apa yang terjadi sesaat lalu..

Sayangilah dirimu..jangan tergesa menitipkan hati pada orang yang belum pasti..
Bersabarlah akan cintamu,jangan memaksakan diri pada dia yang tak berniat memilikimu,namun hanya sekedar mencari tahu tentangmu..
Karena takkan mudah mengembalikan rasa hati yang telah tersakiti..
Nikmati saja kesendirianmu..
Karena jika telah sampai pada saatnya..
Takkan sulit lagi untukmu menemukan cinta sejatimu..
Takkan susah untukmu menggenggam cinta hakikimu..
Hanya butuh kesabaran dan kepasrahan untuk melewati semuanya..
Maka kamu akan sampai pada tujuan hatimu..